Depan keluarga Kenali Tanda-Tanda Gangguan Tidur Pada Anak

Kenali Tanda-Tanda Gangguan Tidur Pada Anak

6 min read
0
21
Kenali Tanda-Tanda Gangguan Tidur Pada Anak

Mungkin masalah gangguan tidur lebih dikenal terjadi pada orang dewasa saja. Namun kenyataannya, kondisi gangguan tidur ini juga terjadi pada anak. Gangguan ini terjadi misalnya saat anak tiba-tiba terbangun, tersedak ataupun batuk-batuk hingga kemudian kesulitan untuk tidur kembali.

Baca juga : Tips Agar Anak Lebih Semangat Untuk Belajar

Gangguan tidur yang kini mulai banyak dialami oleh usia anak-anak ini disebut Obstructive Sleep Apnea (OSA) yang memerlukan diagnosa dini dengan perawatan sesegera mungkin untuk mencegah terjadinya komplikasi yang akan berpengaruh terhadap pertumbuhan, perkembangan kognitif serta perilaku anak kelak.

Beberapa tanda-tanda anak yang mengalami gangguan OSA ini antara lain;

Tidur Berjalan

Tidur sambil berjalan yang terhitung tidak wajar ini umumnya dikaitkan pada rasa bingung. Mungkin Anda pernah mengetahui anak yang terlihat seperti terbangun namun masih dalam kondisi tidak sadar. Kondisi ini biasanya dipicu oleh OSA karena gangguan ini dapat membuat nafas terhenti secara sebagian atau bahkan berulang selama seseorang tidur. Inilah yang kemudian membuat anak tiba-tiba terjaga lalu meningkatkan kemungkinan terjadinya tidur berjalan.

Gemeretak Gigi

Ada beberapa anak yang memiliki kebiasaan menggertakan gigi ketika sedang tertidur. Ternyata, kebiasaan ini bisa menjadi pertanda gangguan tidur. Sleep apnea seringkali terjadi saat jaringan lunak meliputi amandel, gondok, langit-langit lunak serta lidah menghalangi jalur nafas anak. Dengan cara menggeretakkan gigi tersebut, tubuh anak memberikan refleks tanpa sadar demi mempertahankan jalur pernafasan tetap terbuka.

Mengompol

Anak yang mengompol saat tidur pada malam hari memang terkesan hal yang wajar. Tetapi jika anak sudah berusia 5 tahun lebih dan masih sering mengompol (seminggu 2 kali misalnya), maka hal itu perlu diwaspadai. Sleep Enuresis ini lebih banyak diderita oleh anak laki-laki dengan kemungkinan penyebab seperti adanya infeksi, stres, kadar kafein ataupun kondisi medis lainnya seperti sleep apnea.

Keringat Berlebih

Apabila anak Anda sedang tidak demam namun cenderung berkeringat tiap malam dengan jumlah yang berlebih hingga pakaian, seprai atau selimut basah, maka kondisi ini bisa menjadi tanda OSA. Keringat tersebut menjadi bukti bahwa anak mengalami kesulitan bernapas ketika tertidur.

Sleep apnea juga diidentikkan dengan kondisi turunnya kadar oksigen, meningkatnya tekanan darah serta ritme detak jantung hingga hormon stres yang melonjak. Berbagai macam kondisi tersebut akan membuat anak mengeluarkan keringat berlebih.

Gelisah dalam Tidurnya

Tanda sleep apnea lainnya pada anak adalah kesulitan tidur serta gelisah. Anda bisa melihatnya dari selimut yang berantakan menyerupai bentuk bola keesokan paginya. Hal ini dikarenakan respon dari tubuh yang ingin menemukan posisi tidur yang paling nyaman.

Mendengkur Keras

Sebaiknya Anda tidak meremehkan dengkuran keras saat anak Anda tidur. Seharusnya, anak tidak boleh mendengkur dalam tidurnya secara kronis. Mendengkur merupakan tanda adanya aliran udara yang terganggu saat melalui jalur nafas atas. Jalur tersebut memanjang dari rongga hidung dan mulut menuju paru-paru.

Saat anak kelelahan atau memang sedang pilek, wajar jika ia mendengkur. Namun jika anak Anda tidak sedang dalam kondisi tersebut, maka dengkuran ersebut bisa jadi dikarenakan sleep apnea obstruktif yang dpicu oleh alergi, pembesaran amandel dan kelenjar gondok.

Bernafas menggunakan Mulut

Tanda lain dari terjadinya OSA pada anak adalah kebiasaan bernafas melalui mulut selama tidur. Hal ini menjadi bukti refleks tubuh yang menggunakan jalur nafas lainnya saat hidung mengalami masalah. Dalam jangka panjang, kebiasaan bernafas melalui mulut ini bisa merubah struktur wajah lantaran kelemahan pada lidah serta otot lain di orofaring (mulut – tenggorokan).

Demikianlah beberapa pertanda anak mengalami gangguan tidur. Deteksi semenjak dini memungkinan Anda menerapkan terapi tertentu untuk mengatasi masalah yang dialami anak sehingga tidak mengganggu tumbuh kembangnya.

Artikel Selanjutnya
Load More By Lucy Anike Putri
Load More In keluarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

4 Alasan Kenapa Prіa Takut Menіkah

Menikah adalah tujuan akhir dari serangkaian roman yang saat ini Anda jalani bersama pasan…