Artikel Kesehatan

Asma dan Pengaruhnya Terhadap Pernafasan

Asma adalah peradangan kronis yang terjadi di cabang batang tenggorokan, sehingga menyebabkan pembengkakan pada jaringan dan penyempitan saluran udara. Kondisi ini mengakibatkan penderita kesulitan bernafas. Penyempitan saluran udara pada batang tenggorokan ini, baik yang sebagian ataupun yang keseluruhan, dapat dipulihkan degan penanganan yang tepat.

Cabang batang tenggorokan yang mengalami inflamasi ini bersifat sangat sensitif terhadap keberadaan alergen maupun penyebab iritasi. Sensitifitas yang tinggi ini biasa disebut dengan ”Bronchial Hyperreactivity”.

Pada dasarnya, setiap orang memiliki bronchial hyperreactivity. Meskipun, penderita asma dan alergi memiliki gejala yang lebih tampak dibandingkan dengan individu yang tidak menderita kedua penyakit tersebut. Mereka yang memiliki cabang batang tenggorokan yang sensitif terhadap paparan pemicu seperti alergen, asap rokok maupun olahraga yang berlebihan, tenggorokannya dengan mudah membengkak dan mengkerut.

Beberapa penderita ada yang hanya mengalami gejala ringan, bahkan tidak menunjukkan gejala sama sekali, tetapi sebagaian besar mengalami gejala yang kronis. Efek yang ditimbulkan asma juga berbeda diantara satu orang dengan yang lainnya. Ini dikarenakan masing-masing individu memiliki reaktivitas yang berbeda terhadap pemicu dari lingkungannya dan dipengaruhi oleh tipe dan dosis pengobatan yang dilakukan.

Asma dan Pengaruhmya Terhadap Pernafasan  dapat menyebabkan saluran udara menyempit. Ini mempengaruhi keluar dan masuknya udara dari dan menuju paru-paru. Penyakit ini hanya menyerang cabang batang tenggorokan dan tidak mempengaruhi kantung-kantung udara pada jaringan paru-paru. Penyempitan saluran udara ini, tidak hanya disebabkan oleh hyperreactivity tetapi juga peradangan dan bronchospasm.

Peradangan.

Faktor utama dan terpenting yang meneybabkan penyempitan cabang batang tenggorokan adalah peradangan. Pada bagian ini mengalami iritasi, memerah dan membengkak. Peradangan ini menyebabkan ketebalan dinding cabang batang tenggorokan menebal, sehingga saluran tempat lewatnya udara mengecil. Peradangan terjadi sebagai mentuk respon tubuh terhadap alergen ataupun penyebab iritasi.

Ini merupakan bentuk reaksi dari zat-zat kimia dalam tubuh seperti histamin, leukotrien dan yang lainnya. Jaringan yang mengalami peradangan mengeluarkan sejumlah lendir kental. Lendir tersebut dapat menggumpal dan membentuk penyumbat yang akan semakin mempersempit seluran udara. Sel darah putih dan eosinofil yang terakumulasi pada bagian ini dapat merusak jaringan. Sel-sel dari jaringan yang rusak inipun berkontribusi pada penyempitan salura udara pada penderita asma.

Bronchopasm, atau Kejang Otot Pada Cabang Batang Tenggorokan.

Otot-otot di sekitar cabang batang tenggorokan berkontraksi dengan kuat selama asma menyerang. Mengkerutnya otot pada saluran udara ini disebut bronchospasm. Brochospasm menyebabkan penyempitan saluran udara. senyawa kimia dan syaraf yang terdapat pada batang tenggorokanlah yang mendorong otot-otot untuk mengkerut, sehingga terjadi kejang otot. Bronchospasm dapat dialami oleh semua orang dan dapat dipulihkan dengan menghirup udara segar atau udara yang kering.

Hyperreactivity atau Sensitivitas Yang Tinggi.

Pada penderita asma, peradangan kronis dan kerutan pada saluran udara menjadi sangat sensitif atau reaktif terhadap alregen, penyebab iritasi ataupun infeksi. Paparan dari penyebab itu semua dapat mengakibatkan peradangan dan penyempitan semakin memberikan efek negatif.

Kombinasi dari ketiga faktor diatas pada akhirnya menyebabkan penderita sulit menghirup udara ke dalam tubuh ataupun mengeluarkan udara dari dalam tubuh. Untuk aktivitas itu, penderita harus mendorong agar udara keluar melewati penyemputan saluran udara. Inilah yang menimbulkan suara pada saat bernafas. Pada penderita asma, biasanya terbatuk, untuk memaksa lendir penyumbat pada cabang batang tenggorok keluar. Karena suplai udara ke paru-paru menurun akibat penyempitan cabang batang tenggorokan, maka kadar oksigen di dalam aliran darah juga menurun. Pada kondisi kronis, akumulasi karbon dioksida dalam darah akan semakin membahayakan kesehatan.

Demikianlah tadi ulasan kita mengenai Asma dan Pengaruhmya Terhadap Pernafasan. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat, dapat menjadi referensi dan menambah wawasan kita akan pentingnya menjaga kesehatan khususnya hubungannya dengan penyakit asma dan pernafasan.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button