Depan Artikel Kesehatan Waspadai Gejala Gonore Yang Tidak Mudah Dideteksi

Waspadai Gejala Gonore Yang Tidak Mudah Dideteksi

9 min read
0
103
Waspadai Gejala Gonore yang Tidak Mudah Dideteksi

Mungkin diantara Anda masih banyak yang asing dengan penyakit yang bernama Gonore. Penyakit yang satu ini lebih dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai penyakit Kencing Nanah yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Gejala gonore ini bisa dikatakan cukup sulit dideteksi gejalanya, dimana biasanya orang yang terjangkit baru menyadarinya setelah terlambat.

Mengenal Penyakit Gonore dan Risikonya

Gonore dipicu oleh infeksi bakteri Neisseria gonorrhea yang tertarik pada selaput lendir maupun daerah hangat dan lembap seperti pada saluran reproduksi manusia. Bakteri ini biasanya ditemukan di leher rahim, saluran rahim, saluran tuba wanita. Selain itu, bakteri ini juga bisa menginfeksi uretra wanita maupun laki-laki.

Baca juga : Tanda, gejala dan Penyebab penyakit Gonore

Gonore termasuk sebagai penyakit kelamin serta bisa menular orang ke orang melalui kontak seksual maupun kontak dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi. Selain itu, penyakit ini juga bisa menular dari ibu ke anak. Penyakit ini umumnya akan memengaruhi uretra, rektum maupun tenggorokan.

Pada penderita perempuan, Gejala gonore yang tak terdeteksi dan tak mendapat pengobatan yang sesuai dapat berujung penyakit radang panggul hingga rusaknya tuba fallopi, dan yang terparah yaitu memicu terjadinya ketidaksuburan serta meningkatkan risiko kehamilan ektopik.

Sementara pada penderita laki-laki, Gonore yang tidak ditangani akan memicu epididimis yang juga bisa memicu infertilitas. Bahkan jika dterus dibiarkan berkepanjangan, lama-kelamaan dapat berujung pada masalah prostat hingga memicu luka di uretra yang membuat penderitanya susah buang air kecil.

Gonore sendiri juga dapat menyebar ke darah maupun persendian. Bila sudah demikian, Gonore bisa saja membahayakan nyawa penderitanya. Selain itu, pasien juga menjadi lebih rentan terhadap HIV. Dengan demikian, seorang yang terjangkit Gonore dan kemudian terinfeksi HIV lebih sering terjadi dibanding orang yang tertular virus HIV itu sendiri.

Sayangnya, jarang ada orang yang menyadari bahwa mereka memiliki penyakit Gonore. Hal ini karena penyakit kelamin ini jarang memperlihatkan gejala secara spesifik. Namun demikian, Gonore sendiri cenderung terjadi pada orang-orang yang lebih aktif secara seksual. Hal ini karena penularan Gonore cenderung terjadi selama kontak seksual. Meskipun demikian, penyakit ini juga dapat mempengaruhi kondisi bayi dari orang tua yang mengidap Gonore.

Tanda dan Gejala Gonore

Seorang yang telah tertular Gonore kebanyakan tidak akan langsung menyadarinya. Umumnya, hal ini karena gejala baru akan muncul setelah sekitar 10-20 hari terinfeksi. Saat gejala muncul, maka langkah yang terbaik adalah mencari terapi pengobatan sesegera mungkin. Sebab apabila tidak diobati sesegera mungkin, Gonore akan menyebabkan ruam, demam hingga nyeri sendi.

Yang membuatnya lebih sulit dideteksi adalah bahwa nyatanya tidak semua orang mendapati gejala dari penyakit ini. Ada pula orang yang sudah mengidap Gonore, namun tidak mengalami gejala yang disebutkan (nonsymptomatic carrier/ pembawa non gejala). Inilah yang kemudian membuat Gonore ini semakin sulit untuk dikenali.

Gejala Gonore berbeda antara penderita perempuan dan penderita laki-laki. Umumnya penderita laki-laki tidak menyadari gejala gonore sebab beberapa laki-laki memang tidak mengalami gejala tersebut. Sementara pada perempuan, gejalanya sulit untuk diidentifikasi karena gejala yang muncul mirip dengan infeksi lainnya, seperti halnya infeksi jamur vagina. Namun secara garis besar, gejala yang ditunjukkan antara lain;

Pada penderita laki-laki;

  • Biasanya dan yang paling umum yaitu rasa panas saat buang air kecil
  • Lebih sering buang air kecil
  • Keluar nanah dari penis, yaitu cairan yang berwarna putih, kuning, krem bahkan kehijauan
  • Bengkak dan/atau kemerahan di kulup penis
  • Bengkak ataupun terasa nyeri di bagian testis
  • Sakit tenggorokan yang berkepanjangan

Pada penderita perempuan;

  • Keluarnya cairan (berair, mirip krim yang agak kehijauan) dari vagina
  • Sensasi nyeri dan panas saat buang air kecil
  • Lebih sering buang air kecil
  • Terlihat ada bercak darah (perdarahan) meskipun tidak sedang menstruasi
  • Terasa nyeri saat berhubungan seksual
  • Nyeri di bagian perut bagian bawah (nyeri panggul)
  • Bengkak di bagian vulva
  • Sensasi terbakar di tenggorokan (setelah melakukan oral seks)
  • Demam

Meskipun bukan termasuk sebagai salah satu gejala umum, Sembelit juga bisa menjadi pertanda bahwa infeksi gonore sudah menjangkit ke area rektum (anus). Bakteri yang menginfeksi anus akan memicu gejala seperti anus terasa gatal, sembelit, rasa sakit ketika BAB hingga keluarnya cairan dari bagian lubang anus. Bila terus dibiarkan, kondisi ini bisa berpotensi menyebabkan pembentukan abses di dalam anus.

Cara Memastikan Penyakit Gonore pada Tubuh Seseorang

Untuk dapat mendiagnosis bahwa seseirang terjangkit bakteri Gonore, dokter perlu menganalisis sampel sel dari tes urine untuk mengidentifikasi bakteri yang ada dalam uretra. Selain itu, dokter juga mungkin menggunakan alat tes lain misalnya untuk mengambil jaringan tenggorokan, uretra, vagina maupun rectum untuk mengidentifikasi jenis bakteri yang ada.

Pengobatan untuk Gonore

Terapi obat untuk Gonore adalah menggunakan antibiotik oral maupun injeksi. Terapi tersebut juga perlu diterapkan kepada pasangan pasien untuk mencegah infeksi dan penyebaran penyakit lebih jauh. Terapi ini harus dilakukan hingga benar-benar dinyatakan selesai oleh dokter, meskipun secara fisik, pasien sudah merasa jauh lebih sehat.

Perlu diketahui pula bahwa pengobatan untuk Gonore ini diberikan secara spesifik berdasar kebutuhan pasien. Dengan kata lain, seseorang tidak bisa melakukan pengobatannya sendiri tanpa resep yang khusus dibuat untuknya. Pasien juga harus menggunakan obat sesuai dengan perintah dokter.

Demikianlah sekilas tentang Gonore, penyakit kelamin menular yang cukup sulit untuk diketahui. Dengan mengetahui beberapa gejala umum dan cara mengidentifikasinya, maka risiko yang dijelaskan di atas dapat ditekan seminimal mungkin.

Facebook Comments
Artikel Selanjutnya
Load More By Lucy Anike Putri
Load More In Artikel Kesehatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Balita Obesitas, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Ketika Balita Mengalami Obesitas, Bagaimana Cara Mengatasinya? Banyak orang merasa gemas d…