Depan Allianz Syariah Manajemen Resiko Itu Penting Dalam Keluarga

Manajemen Resiko Itu Penting Dalam Keluarga

6 min read
0
0
226
Manajemen Resiko Itu Penting Dalam Keluarga

Manajemen resiko merupakan sebuah pendekatan sistematis untuk menemukan dan memperlakukan resiko yang dihadapi oleh seseorang dan keluarganya. Masih banyak kepala keluarga yang masih belum terbuka pemahamannya tentang apa itu manajemen resiko untuk keluarga. Perlu digaris bawahi, manajemen risiko adalah bagian terpenting dalam sebuah perencanaan keuangan keluarga.

Mungkin saat ini Anda merasakan atau sedang berada di posisi aman dan nyaman karena mempunyai penghasilan yang berkecukupan . Bisa jadi juga sekarang Anda mempunyai jabatan tinggi dan menjadi orang yang sukses. Sebenarnya yang terjadi di masa sekarang adalah masa dimana Anda masih memiliki potensi untuk menghasilkan (produktiv). Pasti Anda pernah mendengar baik itu teman, saudara ataupun orang lain yang tadinya kaya, punya jabatan, sehat, dan punya segalanya bisa jatuh karena mereka tidak bisa atau tidak tahu bagaimana cara mengatur keuangan mereka. Salah satu resiko yang menjadi penyumbang terbesar dalam sebuah keuangan keluarga adalah sakit kritis.

Baca juga : Asuransi Penyakit Kritis Pertama di Indonesia

Jadi bagaimana sebenarnya kita dan apa yang harus kita lakukan, konsep dasarnya adalah capailah tujuan anda selagi mempunyai potensi dan buatlah perencanaan keuangan yang baik agar dimasa-masa resiko datang anda telah mempersiapkan segalanya.

Tujuan manajemen risiko adalah :

(dikutip dari finansialku[dot]com)

  1. Tersedianya perlindungan, akan kemungkinan terjadinya semua resiko ekonomi yang utama, misal kehilangan penghasilan karena kematian dini tulang punggung keluarga atau cacat tetap.
  2. Rencana keuangan tidak terganggu, karena adanya musibah atau hal-hal yang tidak terduga.
  3. Penghasilan yang sudah diperoleh (penghasilan aktif, hasil investasi dan penghasilan pasif) dapat difokuskan untuk meningkatkan kekayaan bersih (memperbanyak aset).

Dalam kehidupan selalu ada hal-hal yang tak terduga dan ketidakpastian. Hal-hal yang tidak terduga dan ketidakpastian dalam keuangan dikenal dengan istilah resiko. Resiko sendiri selalu ada dan resiko tidak dapat dihilangkan. Resiko dapat dikelola atau di-manage, melalui pengendalian resiko dan pendanaan resiko.

Definisi Manajemen Resiko Dalam Asuransi Syariah

  1. Risk avoidance (menghindari resiko): menghindari beberapa kondisi yang bisa menyebabkan resiko tersebut. Contohnya orang tua yang menginginkan agar anak balitanya terhindar dari resiko tenggelam di kolam renang belakang rumah, dengan cara membeli rumah tanpa kolam renang.
  2. Segregation (pemisahan): memisahkan orang-orang atau barang-barang yang dapat menyebabkan kerugian. Contohnya menempatkan dana untuk investasi diberbagai produk, daripada satu sarana investasi.
  3. Loss prevention: mengendalikan kerugian dengan cara melakukan pencegahan kerugian. Misal perawatan mobil berkala dapat mengurangi peluang terjadinya kecelakaan karena kegagalan sistem mekanik.
  4. Loss reduction: mengurangi dampak kerugian yang telah terjadi. Misal memasang stop loss untuk mengurangi kerugian saat investasi saham.
  5. Risk Sharing: Berbagi resiko dengan pihak lain, dengan menggunakan akad asuransi syariah. Misalnya konsep asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan dan lainnya.

 

Dalam perencanaan keuangan, selain asuransi jiwa (life insurance), asuransi penyakit kritis untuk tulang punggung keluarga adalah hal yang penting karena ada risiko kerugian finansial yang besar jika tulang punggung keluarga terkena penyakit kritis. Oleh sebab itu jangan pernah meremehkan pentingnya penyakit kritis.

Berdasarkan besarnya biaya atau dana yang akan dikeluarkan dan frekuensi terjadinya resiko tersebut, maka ada 4 tahapan dalam manajemen  resiko untuk individu dan keluarga, yaitu :

  1. Mengidentifikasi risiko: cari tahu apa saja risiko-risiko yang memiliki potensi terjadi.
  2. Pengukuran risiko: hitung berapa jumlah kerugian terbesar, agar dapat mengetahui perlindungan yang tepat.
  3. Pilih metode yang tepat untuk memperlakukan risiko: sesuaikan risiko dengan metode yang tepat untuk memperlakukannya.
  4. Administrasi: disiplin dalam mengadministrasikan risiko, misalnya disiplin dalam pembayaran iuran tabarru’ asuransi jiwa dan penyakit kritis.

Manajemen resiko (risk management) yang tepat akan membuat Anda menjadi lebih merasa aman dan nyaman dalam menghadapi potensi resiko yang bakal terjadi.

Segera konsultasikan perencanaan keuangan keluarga anda dalam menghadapi beberapa resiko dalam kehidupan kepada kami melalui Telp, sms, atau WA 0811781610 atau bisa klik permohonan pembuatan ilustrasi.

Facebook Comments
Artikel Selanjutnya
Load More By Masroni
Load More In Allianz Syariah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Konsep Dasar Asuransi Syariah Yang Belum Banyak Diketahui

Masih banyak orang yang belum mau ikut dalam asuransi syariah dengan alasan dalam asuransi…